Bersama Menjaga Bali
Last updated: 19 Feb 2026
7 Views

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap permasalahan sampah di Bali, sebuah isu yang tak hanya menyangkut kebersihan, tetapi juga masa depan lingkungan, pariwisata, dan kualitas hidup masyarakat setempat. Seruan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan lagi tanggung jawab segelintir pihak, melainkan agenda bersama yang membutuhkan kolaborasi nyata dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Bali sebagai destinasi wisata dunia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama di wilayah pesisir. Pantai-pantai yang menjadi ikon keindahan alam kerap terdampak kiriman sampah, baik dari aktivitas darat maupun laut. Kondisi ini tentu mengancam ekosistem, biota laut, serta citra Bali di mata internasional.
Merespons ajakan tersebut, pada 13 Februari 2026, Sanga Sanga by PT Kutus Kutus Herbal turut ambil bagian dalam kegiatan pembersihan pantai sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap gerakan nasional, tetapi juga refleksi nilai perusahaan yang menempatkan harmoni dengan alam sebagai fondasi utama.
Partisipasi dalam aksi bersih pantai menjadi langkah konkret yang memperlihatkan bahwa kepedulian lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Karyawan dan manajemen perusahaan terlibat langsung di lapangan untuk mengumpulkan serta memilah sampah. Hal ini membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, ketika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui sistem produksi pabrik yang mengusung konsep zero waste. Pendekatan ini berfokus pada upaya meminimalkan limbah, memaksimalkan pemanfaatan bahan baku, serta memastikan setiap proses produksi berjalan seefisien mungkin tanpa merusak keseimbangan alam. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi hidup selaras dengan alam, yang menjadi nilai dasar dalam pengembangan produk herbal. Prinsip zero waste ini dibuktikan dengan hadirnya produk Sabun Kaliku Kaliku, Sabun Tanamilah Tanahmu, Sanga Sanga Powder, dan Dupa Herbal.
Konsep zero waste bukan sekadar strategi operasional, melainkan visi jangka panjang. Dengan mengurangi potensi limbah dan mengoptimalkan sumber daya, perusahaan berkontribusi pada pengurangan jejak lingkungan sekaligus menciptakan sistem produksi yang lebih bertanggung jawab. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Gerakan bersih pantai dan penerapan produksi ramah lingkungan menunjukkan bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam menjaga bumi. Ketika kepedulian lingkungan terintegrasi dalam budaya perusahaan, dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang. Karena pada akhirnya, merawat bumi adalah bagian dari merawat kehidupan.
Bali sebagai destinasi wisata dunia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama di wilayah pesisir. Pantai-pantai yang menjadi ikon keindahan alam kerap terdampak kiriman sampah, baik dari aktivitas darat maupun laut. Kondisi ini tentu mengancam ekosistem, biota laut, serta citra Bali di mata internasional.
Merespons ajakan tersebut, pada 13 Februari 2026, Sanga Sanga by PT Kutus Kutus Herbal turut ambil bagian dalam kegiatan pembersihan pantai sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap gerakan nasional, tetapi juga refleksi nilai perusahaan yang menempatkan harmoni dengan alam sebagai fondasi utama.
Partisipasi dalam aksi bersih pantai menjadi langkah konkret yang memperlihatkan bahwa kepedulian lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Karyawan dan manajemen perusahaan terlibat langsung di lapangan untuk mengumpulkan serta memilah sampah. Hal ini membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, ketika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui sistem produksi pabrik yang mengusung konsep zero waste. Pendekatan ini berfokus pada upaya meminimalkan limbah, memaksimalkan pemanfaatan bahan baku, serta memastikan setiap proses produksi berjalan seefisien mungkin tanpa merusak keseimbangan alam. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi hidup selaras dengan alam, yang menjadi nilai dasar dalam pengembangan produk herbal. Prinsip zero waste ini dibuktikan dengan hadirnya produk Sabun Kaliku Kaliku, Sabun Tanamilah Tanahmu, Sanga Sanga Powder, dan Dupa Herbal.
Konsep zero waste bukan sekadar strategi operasional, melainkan visi jangka panjang. Dengan mengurangi potensi limbah dan mengoptimalkan sumber daya, perusahaan berkontribusi pada pengurangan jejak lingkungan sekaligus menciptakan sistem produksi yang lebih bertanggung jawab. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Gerakan bersih pantai dan penerapan produksi ramah lingkungan menunjukkan bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam menjaga bumi. Ketika kepedulian lingkungan terintegrasi dalam budaya perusahaan, dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang. Karena pada akhirnya, merawat bumi adalah bagian dari merawat kehidupan.
Related Content
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya. Putusan tersebut menegaskan Bambang Pranoto dan PT Kutus Kutus Herbal adalah pihak pertama dan sah yang berhak atas penggunaan merek sejak 2013.
5 Dec 2025
Sanga Sanga by PT Kutus Kutus Herbal menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak banjir di Bali. Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh CEO PT Kutus Kutus Herbal, Ibu Riva Effrianti, yang turut hadir dan berinteraksi dengan para penerima bantuan di sejumlah titik lokasi.
15 Sept 2025
Banyak orang mengira keletihan yang luar biasa akan membuat tubuh otomatis tidur nyenyak. Nyatanya, keletihan ekstrem justru sering menjadi penyebab sulit tidur. Terutama jika tubuh belum mendapatkan waktu untuk relaksasi setelah aktivitas padat.
30 Aug 2025



